Mahasiswa baru merupakan peralihan dari masa remaja pertengahan (madya) ke masa remaja akhir atau status baru yang di sandang oleh remaja akhir yang sedang duduk di bangku tahun pertama perkuliahan. Santrock (2007, hlm. 113) menegaskan bahwa mahasiswa baru tidak hanya berarti siswa atau mahasiswa tahun pertama baik di sekolah menengah atas maupun di perguruan tinggi, namun juga orang baru dan pemula. Jadi, kondisi sebelum dan sesudah memasuki perguruan tinggi itu berbeda. Santrock (2003, hlm. 262) juga menjelaskan transisi dari sekolah menengah atas menuju perguruan tinggi melibatkan suatu perpindahan menuju struktur sekolah yang lebih besar, lebih impersonal, yang interaksinya adalah interaksi dengan teman sebaya yang lebih beragam latar belakang geografisnya dan juga kadang beragam latar belakang etnisnya serta bertambahnya tekanan untuk mencapai prestasi, untuk kerja dan nilai-nilai ujian yang baik.

Penyesuaian yang dialami oleh mahasiswa baru di perguruan tinggi akan menjadi masalah bagi dirinya apabila tidak sesuai dengan yang diharapkan dan belum mengetahui bahwa adanya perbedaan dengan lingkungan sekolah sebelumnya. Perbedaan yang mereka alami setelah di lingkungan perguruan tinggi sebagai berikut: perbedaan cara belajar, perpindahan tempat tinggal (kost, kontrakan atau tinggal bersama keluarga), pengaturan waktu, mencari teman baru

dan hal-hal yang berkaitan dengan pergaulan, perubahan relasi (relasi orang tua-anak, antar saudara, antar teman sepermainan diganti dengan relasi dosen-mahasiswa, mahasiswa-mahasiswa, dan sebagainya), serta nilai-nilai hidup yang dapat di kampus.

Leave a Comment