T A T A B O G A

Loading

Program Studi Pendidikan Tata Boga

Selamat Datang Di Prodi Pendidikan Tata Boga Universitas Pendidikan Indonesia

Akreditasi Prodi Tata Boga

Sertifikasi Universitas

Universitas Pendidikan Indonesia telah terakreditasi "A" oleh BAN PT

Sertifikasi Fakultas

Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan telah terakreditasi "A" oleh BAN PT

Sertifikasi Departemen

Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga telah terakreditasi "A" oleh BAN PT

Sertifikasi Prodi

Prodi Pendidikan Tata Boga telah terakreditasi "A" oleh BAN PT dengan Sertifikat 057/SK/BAN-PT/Akred/S/II/2015

Konsentrasi Prodi Tata Boga

Jasa Boga
Patiseri
Dietetika

Tentang Kami
Prodi Pendidikan Tata Boga

Sekilas tentang kami.

Kami merupakan sebuah wadah pendidikan dalam mengembangkan kompetensi di bidang Tata Boga. Prodi Pendidikan Tata Boga lahir pada tahun 2006, berada di dalam naungan Departemen PKK, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia. Sesuai dengan perkembangan IPTEKS dan era globalisasi serta tuntutan Stakeholders, program studi Pendidikan Tata Boga berupaya untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas yaitu sarjana pendidikan yang secara akademis dan profesional dapat bersaing dan berkontribusi bagi peningkatan mutu sumber daya manusia.

Berita Prodi Our Latest Articles And News

Tes Kompetensi Bidang Calon Dosen Tetap

Seleksi Kompetensi Bidang Calon Dosen Tetap di Prodi Pendidikan Tata Boga dilakukan pada hari Senin tanggal 17 Februari 2020. Tiga orang peserta yang mengikuti SKB sebelumnya telah melalui beberapa tahapan seleksi diantaranya seleksi administrasi dan Tes Kompetensi Dasar. Pelaksaan TKD berlangsung selama satu hari di mulai dari Tes Tulis, Tes mengajar, dan Wawancara. Tes tulis dilakukan untuk mengetahui kemampuan  calon dosen khususnya di bidang Tata Boga, untuk penilai praktek ngajar, peserta seleksi diminta untuk membuat dokumen perangkat pembelajaran kemudian langsung di implementasikan untuk tes mengajar. Dalam proses wawancara peserta di explore kemampuannya, termasuk masalah komitmen serta integritasnya sebab UPI tidak hanya memerlukan dosen yang cerdas dan bagus dari sisi IQ dan IPK tinggi, tetapi soal kepribadian juga harus diperhatikan betul dan dinomorsatukan. 


Read More
Total 125 Siswa SD-SMP di Boyolali Diduga Keracunan Makanan

Sejumlah siswa SDIT dan SMPIT Al-Hikam, Banyudono, Boyolali, diduga mengalami keracunan dan dilarikan ke puskesmas terdekat. Data sementara, 125 siswa jadi korban keracunan.

"Data sementara 125 siswa, 25 yang dirujuk ke rumah sakit," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Boyolali Sherly Jeanne Kilapong di Puskesmas I Banyudono, Rabu (5/2/2020).
Sherly menyebutkan awalnya ada puluhan siswa yang dilarikan ke Puskesmas I Banyudono. Namun jumlah ini makin bertambah seiring dengan banyaknya siswa yang mengeluh sakit.
Dari data yang dihimpun, 25 pasien dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Boyolali, antara lain RSUD Pandan Arang, RS Al Hidayah, RS Natalia, RSUD Simo, dan Puskesmas Rawat Inap Sawit. Kemudian ada dua siswa yang menjalani observasi di Puskesmas Banyudono dan lainnya menjalani rawat jalan.
"Untuk penanganan keracunan makanan ini, kami sudah mengoordinasikan lintas bidang, rumah sakit juga. Jadi kami bekerja kolaborasi untuk penanganan keracunan makanan di SDIT Al-Hikam ini," terang Sherly.
Siswa yang diduga mengalami keracunan makanan yang disajikan di sekolah adalah murid kelas I dan II SDIT dan beberapa siswa SMPIT Al-Hikam. Mereka mengalami gejala mual, muntah, dan diare. Oleh pihak sekolah, mereka langsung dibawa ke Puskesmas I Banyudono untuk mendapatkan penanganan medis.
"Keluhan siswa rata-rata mual, muntah, sebagian juga ada yang diare," jelasnya.
Pihaknya belum bisa memastikan jenis makanan apa yang membuat para siswa keracunan. Tim dari Dinkes Boyolali sudah mendatangi sekolah dan dapur katering untuk mengambil sampel sup.
"Kami belum bisa memastikan, nanti mau dilaboratoriumkan dulu. Sampel makanan dan sampel muntah yang sudah kami ambil. Nanti kami akan lihat hasil labnya apa," ujar Sherly.

Sumber:https://news.detik.com


Read More
Penjelasan Mendikbud Nadiem Makarim soal Kebijakan "Kampus Merdeka"

Menurut Nadiem, saat ini, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS), kesulitan untuk membuka prodi baru. Sebab, berbagai macam ketentuan persetujuan prodi baru memakan waktu yang lama. Oleh karenanya, dalam kebijakan Kampus Merdeka, PTN dan PTS yang memiliki akreditas A dan B memiliki otonomi membuka prodi baru. Syarat lainnya, PTN dan PTS tersebut memiliki kerja sama dengan organisasi nirlaba, mitra perusahaan dan universitas yang masuk dalam QS Top 100 World Universities. "Kerja sama (dengan organisasi) yang pertama itu adalah dalam penyusunan kurikulumnya. Kedua, kemudian harus membuktikan ada program praktik magangnya dalam organisasi tersebut. Ketiga, ada rekrutmen kerja atau penempatan kerja," ucapnya. Nadiem mengatakan, tiap prodi yang diajukan otomatis mendapat akreditasi C dari BAN-PTN. 

Selain itu, ia menegaskan, meskipun pembukaan prodi baru dipermudah, Kemendikbud akan melakukan pengawasan terhadap prodi tersebut bersama yang dilakukan setiap tahun. "Kami juga berhak menutup prodi, suatu hal yang penting untuk diketahui oleh perguruan tinggi, bukan kita lepas saja, malah kita akan perketat kontrol mekanisme kita bagi prodi-prodi yang merugikan," ucapnya. 
Sistem akreditasi perguruan tinggi 
Nadiem mengatakan, perguruan tinggi yang berakreditasi B dan C bisa mengajukan kenaikan akreditasi kapan pun dan bersifat sukarela. Ia menjelaskan, proses akreditasi sudah diterapkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) selama lima tahun terakhir. Baca juga: Kampus Merdeka, Ini Daftar Lembaga Akreditasi Internasional Diakui Kemendikbud Selain itu, pengajuan kenaikan prodi dapat dibatasi paling lambat dua tahun setelah mendapatkan akreditasi terakhir. "Bagi perguruan tinggi yang mendapatkan akreditasi di luar negeri, dia akan otomatis mendapatkan A di akreditasi sistem nasional kita," tuturnya. Kebebasan PTN BLU menjadi PTN-BH Nadiem mengatakan, keadaan saat ini, perguruan tinggi negeri badan layanan umum (PTN-BLU) harus mendapat akreditasi A untuk mencapai status perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN-BH). Selain itu, PTN BLU dan satuan kerja (satker) kurang memiliki fleksibilitas dalam finansial dan kurikulum. 
PTN BLU diberikan kemudahan untuk menjadi PTN BH tanpa terikat status akreditasi. 
"Kami berikan mereka (PTN BLU) akselerasi untuk bisa mencapai status PTN BH. Bagi yang mau. Sekali lagi ini bukan paksaan. Bagi yang mau menjadi PTN BH, ini memang masih didanai oleh pemerintah, tapi bisa beroperasi seperti swasta. Gitu analoginya supaya lebih mudah," tuturnya. Hak belajar 3 SKS di luar prodi Lebih lanjut, Nadiem mengatakan, mahasiswa diberikan hak secara sukarela untuk mengambil di luar kampus sebanyak dua semester atau setara 40 SKS. Kemudian, mahasiswa berhak mengambil prodi berbeda di perguruan tinggi yang sama sebanyak satu semester. Baca juga: 100 Hari Jokowi-Maruf: Kejutan Nadiem soal Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka Nadiem juga mengatakan, ada perubahan definisi terkait SKS berubah menjadi jam kegiatan, bukan jam belajar. "Nah, terakhir ini favorit saya. Hak untuk mengambil mata kuliah di luar prodi dan dengan cara itu perubahan definisi satuan kredit atau SKS," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan Mendikbud Nadiem Makarim soal Kebijakan "Kampus Merdeka"", https://nasional.kompas.com/read/2020/01/29/05395941/penjelasan-mendikbud-nadiem-makarim-soal-kebijakan-kampus-merdeka?page=all.
Penulis : Haryanti Puspa Sari
Editor : Krisiandi



Read More

Agenda Prodi

Jadwal Agenda Prodi Pendidikan Tata Boga

Galeri Kekinian

Galeri Kegiatan Prodi Pendidikan Tata Boga

See All
Championship
Staf
Activity

Anda adalah Staf Akademik?

Daftarkan akun Anda untuk mengelola data Anda pada website atau login menggunakan tombol dibawah ini.

Download Dokumen Info AkademikKlik tombol Download disamping untuk mendapatkan dokumen penting prodi pendidikan tata boga

Download